Sabtu, 14 November 2015

SDN PARINGIN SELATAN MEMBUAT TAKAKURA

 
Pernah mendengar istilah “kompos takakura”? Bila ditilik dari hasil akhirnya, tidaklah jauh berbeda dengan kompos yang biasa kita temukan. Perbedaannya, kompos takakura dibuat dengan cara Takakura Home Method Composting, sebuah metode pembuatan kompos yang ditujukan untuk mendaur ulang sampah dapur.
Metode kompos takakura pertamakali diperkenalkan di Surabaya pada tahun 2004 oleh seorang Jepang bernama Mr. Takakura. Waktu itu, beliau mencoba mencari solusi terhadap penumpukan sampah organik di kota itu. Sehingga muncul ide untuk mendaur ulang sebagian sampah rumah tangga sejak di dapur. Maka, dirancanglah sebuah metode pembuatan kompos yang bisa dilakukan di dapur. Syaratnya harus higienis tidak berbau dan tidak jorok, mengingat dapur merupakan tempat mengolah makanan.
Proses pembuatan kompos takakura sangatlah mudah, hanya saja kita harus menyiapkan starter mikroorganisme dan pembuatan bibit kompos terlebih dahulu. Langkah persiapan ini cukup dilakukan sekali saja. Selanjutnya tinggal melakukan pengomposan secara terus menerus.
Sehubungan dengan hal tersebut maka SDN Paringin Selatan tertarik melakukan percobaan membuat takakura bersama siswa dengan bimbingan guru. Milawati menjelaskan   “Bibit kompos takakura dibuat dari dua bahan, yakni dedak dan sekam padi. Perbandingan antara dedak dan sekam adalah satu banding satu”.
Setelah kompos berhasil dibuat kemudian dicampur dengan sayuran dan daun-daunan yang dipotong kecil-kecil, selanjutnya dimasukkan ke dalam keranjang takakura.
Kompos takakura yang telah dibuat nantinya akan digunakan untuk menyuburkan tanaman yang ada di lingkungan sekitar sekolah.
(red@ihen)

Minggu, 11 Oktober 2015

DIKLAT PENGEMBANGAN KURIKULUM ADIWIYATA


Paringin Selatan – Sebagai perwujudan upaya seriusnya menerapkan Pendidikan Lingkungan Hidup dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari, SDN Paringin Selatan 1 bekerjasama dengan PT. Adaro Indonesia mengadakan Diklat pengembangan kurikulum berwawasan lingkungan hidup dengan menghadirkan narasumber dari Kualita Pendidikan Indonesia (KPI) yaitu Bapak Arif Santoso ( Master Trainer) dan Ibu Isnawati (Trainer) dari Jawa Timur.
Bertempat di SDN Paringin Selatan 1, acara dilaksanakan pada hari sabtu dan minggu (19 & 20) September 2015 dengan dihadiri oleh dewan guru dari SDN Paringin Selatan dan SDN Juai dari pukul 08.00 - 16.00 WITA. Memasukan materi pembelajaran lingkungan hidup ke dalam KBM sehari-hari merupakan hal wajib untuk membangun sistem pembelajaran yang dapat membangun kecintaan terhadap lingkungan.
Acara dibuka oleh kepala UPT Kec. Paringin Selatan kemudian dilanjutkan sambutan oleh Kepala Sekolah SDN Paringin Selatan sebagai panitia penyelenggara. Dalam pemaparannya hal utama yang harus dibangun adalah budaya kesadaran seluruh warga sekolah dalam mencintai lingkungannya, jika hal ini sudah terbentuk, maka upaya ke depannya akan lebih mudah menciptakan sekolah berwawasan lingkungan hidup. Selain budaya, juga dibutuhkan sarana dan prasarana yang mendukung kesuksesan program ini.
Sesi selanjutnya adalah pengenalan adiwiyata, pembuatan silabus dan pembuatan RPP berwawasan lingkungan hidup. Para guru yang hadir kemudian membentuk kelompok berdasarkan kelas masing-masing. Kelompok-kelompok tersebut merumuskan materi pembelajaran lingkungan hidup yang dapat dimasukan ke dalam silabus dan RPP. Setelah berhasil dibuat maka setiap kelompok diminta mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelompok lain.
Demikian sekilas hasil pelaksanaan kegiatan diklat yang telah dilaksanakan, semoga dengan adanya kegiatan tersebut para peserta bisa menerapkannya di dalam kelas sehingga tujuan adiwiyata pun dapat terlakasana dengan baik. Red@syaikhan